DepokSpotLight – Sosok unik menarik perhatian di ajang Kontes Batu Akik Nusantara Piala Wali Kota Depok 2025.
Seorang pria Betawi bernama Salim (70) tampil penuh hiasan batu akik dari ujung kepala hingga kaki, dengan nilai koleksi ditaksir mencapai Rp100 juta.
Puluhan batu akik dengan berbagai jenis dan ukuran menempel di tubuhnya, termasuk alas kaki yang ia pakai.
Batu berkilauan tersebut membuat penampilannya mencuri perhatian pengunjung.
“Batu akik paling murah harganya sekitar Rp500 ribuan, yang paling mahal bisa Rp15 juta,” tutur Salim saat menghadiri kontes batu akik di Depok, Sabtu (27/9/2025).
Menurutnya, batu akik yang dikenakan berasal dari berbagai daerah, mulai dari batu Galih Kelor, Klawing, hingga Garut.
“Dari tahun 2000, saya hobi mengoleksi batu akik,” ujarnya.
Sebelumnya, Wali Kota Depok, Supian Suri, secara resmi membuka Kontes Batu Akik Nusantara Piala Wali Kota Depok 2025 pada Sabtu siang.
Gelaran budaya ini berlangsung di Depok Open Space (DOS) II, Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya.
Ajang tersebut menjadi bagian dari perayaan HUT ke-25 Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD).
“Ya Insya Allah kita akan adakan rutin untuk Kontes Batu Akik Nusantara hari ini bulan September ya,” kata Supian.
Menurut Supian, jumlah peserta melebihi ekspektasi.
“Jumlah peserta Kontes Batu Akik Nusantara tembus 3 ribu, melebihi target awal yang hanya 500 saja,” ungkap Supian
Sementara, Ketua Panitia, Hamzah, menjelaskan bahwa kontes ini menyediakan total hadiah Rp50 juta, dengan pembagian kategori lokal dan nasional untuk memberikan kesempatan yang adil bagi peserta.
“Ini yang datang dari Sumatera sudah datang, dari Aceh, dari Nabire, dari Maluku, terus ya dari Pulau Jawa, Jabodetabek,” kata Hamzah.
Hamzah menambahkan, nilai hadiah pada kontes kali ini jauh lebih besar dibanding event serupa.
“Baru pertama yang piala wali kota yang hadiahnya paling besar itu Rp50 juta, biasanya hanya Rp20 juta, Rp25 juta ini paling besar,” sambungnya.
Ribuan batu akik pun dipamerkan, dengan beragam varian unik yang berasal dari seluruh penjuru Nusantara.
Antusiasme peserta dan pengunjung semakin menegaskan bahwa batu akik masih memiliki tempat istimewa dalam budaya Indonesia.




















