DepokSpotLight – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok resmi bergabung dalam kerja sama lintas daerah di Jawa Barat untuk mengembangkan sistem pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis aglomerasi wilayah.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar penanganan sampah dengan memanfaatkan teknologi modern, khususnya bagi daerah dengan tingkat produksi sampah tinggi.
Depok bersama sejumlah kota dan kabupaten lain kini terlibat dalam pengembangan sistem waste to energy yang terintegrasi.
Program tersebut dibagi ke dalam dua wilayah aglomerasi utama, yakni Bandung Raya dan Bogor–Depok.
Untuk wilayah Bandung Raya mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, Kota Cimahi, serta Kota Purwakarta dengan lokasi pengolahan di TPA Sarimukti.
Sementara itu, wilayah Bogor–Depok melibatkan Kota Bogor dan Depok, dengan pusat pengolahan berlokasi di TPA Kayu Manis.
Wali Kota Depok Supian Suri menilai kolaborasi lintas wilayah ini menjadi solusi strategis dalam menjawab persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di perkotaan.
“Alhamdulillah, Jawa Barat akan memiliki sistem pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik (PSEL),” tulis Supian Suri di media sosialnya dikutip Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini difokuskan pada daerah dengan timbunan sampah lebih dari 1.000 ton per hari, termasuk Kota Depok yang selama ini menghadapi tekanan volume sampah cukup tinggi.
Kesepakatan aglomerasi tersebut dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan melibatkan delapan kepala daerah di wilayah provinsi tersebut.
Pendekatan berbasis teknologi ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai bagian dari percepatan solusi pengelolaan sampah nasional.
“Kita telah menandatangani kerja sama aglomerasi kota-kota dengan timbunan sampah lebih dari 1.000 ton per hari, agar segera diselesaikan melalui pendekatan teknologi waste to energy,” paparnya.
Melalui program PSEL, sampah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan akan diolah menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
Konsep ini dinilai mampu memberikan solusi ganda, yakni mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif.
Bagi Pemkot Depok, keterlibatan dalam program ini diharapkan dapat menjadi titik balik dalam penanganan sampah yang lebih efektif, modern, dan berkelanjutan.
Selain itu, kolaborasi lintas daerah ini juga membuka peluang efisiensi pengelolaan, mengingat penanganan dilakukan secara terintegrasi dalam satu kawasan aglomerasi.
“Semoga ini menjadi semangat kita semua untuk penyelesaian sampah di Jawa Barat, khususnya Kota Depok,” pungkasnya.













