DepokSpotLight – Ornamen bergaya Wedha’s Pop Art Portrait (WPAP) yang menampilkan wajah mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di dinding underpass Jalan Dewi Sartika, Kota Depok, resmi dicopot.
Pencopotan mural itu dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) I Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Barat.
Pengawas Jalan UPTD I PUPR Jawa Barat, Uci Sanusi, menjelaskan bahwa keputusan pencopotan bukan tanpa dasar.
”Pencopotan atau penurunan daripada gambar Bapak Ridwan Kamil dan kata Juara untuk diganti berdasarkan aspirasi daripada masyarakat Kota Depok, insyaallah akan diganti dengan pahlawan yang ada di Kota Depok,” ujar Uci sebagaimana dikutip dari unggahan akun Instagram @depok24jam, Minggu (8/2/2026).
Proses pencopotan gambar ini terekam kamera dan menyebar luas di media sosial, sehingga memicu beragam reaksi dari warganet, khususnya warga Depok
Kolom komentar di unggahan tersebut dipenuhi berbagai pendapat dan usulan mengenai tampilan baru yang sebaiknya menghiasi dinding underpass Dewi Sartika.
Sejumlah warga mengusulkan agar dinding tersebut dihiasi ikon khas Kota Depok, seperti buah belimbing yang selama ini dikenal sebagai simbol daerah.
“Ganti sama belimbing aje pak,” tulis akun a******r.
Sebagian warganet lainnya justru menyarankan agar tidak lagi menampilkan wajah tokoh tertentu, melainkan ornamen visual yang bersifat netral dan dekoratif.
”Gausah pake wajah siapapun, kasih ornamen aja biar indah,” tulis akun j**************al.
“Lagian segala pake wajah biar apah? … ganti ornamen nusantara aja kayanya lebih oke,” tulis akun i*********le.
Ada pula komentar yang menyoroti aspek fungsional infrastruktur dibandingkan tampilan visual semata.
Beberapa warga berharap pemerintah lebih fokus pada kualitas jalan di kawasan tersebut.
“Pak mendingan buat aspal ulang ja jgn buat nambel doang,” tulis akun f**************an.
Penyopotan ornamen wajah di underpass Dewi Sartika ini dinilai bukan sekadar pergantian elemen visual.
Melainkan mencerminkan dinamika aspirasi publik yang menginginkan ruang kota lebih fungsional, inklusif, dan mencerminkan identitas kolektif masyarakat Kota Depok. (IYD)




















