DepokSpotLight – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Depok tidak sekadar seremoni.
Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadikannya momentum refleksi, menegaskan bahwa makna kemerdekaan harus diisi dengan tanggung jawab, semangat pantang menyerah, dan kesadaran generasi muda menghadapi tantangan era digital.
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras dan Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Iman Widhiarto, kompak menekankan arti kemerdekaan yang sejati yakni bukan sekadar kebebasan, melainkan juga tanggung jawab dan semangat positif dalam kehidupan berbangsa.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan harus menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.
“Pahlawan sudah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan ini dengan hal-hal positif demi kemajuan Indonesia. Pesan saya, adik-adik jangan mudah menyerah, jangan mudah putus asa, dan tetap semangat meraih cita-cita,” ujar Kapolres dikutip Senin (18/8/2025).
Menurut Kapolres, semangat pantang menyerah adalah warisan berharga yang harus terus dijaga dan diwariskan agar Indonesia tetap berdiri kokoh menghadapi berbagai tantangan.
Senada, Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf Iman Widhiarto, menekankan bahwa kemerdekaan bukanlah kebebasan tanpa batas.
“Kebebasan memberi peluang seluas-luasnya, tapi tidak boleh melanggar ruang orang lain maupun instansi lain. Jadi kemerdekaan itu harus diisi dengan sikap bertanggung jawab, kepada sesama manusia, alam semesta, lingkungan, serta kepada Tuhan,” jelas Dandim.
Dandim menekankan bahwa bangsa yang besar bukan hanya mampu meraih kebebasan, tetapi juga menjaga nilai tanggung jawab dalam menjalankannya.
Selain itu, Dandim juga menyoroti tantangan generasi muda di era digital.
Menurut Dandim, derasnya arus informasi membawa peluang sekaligus ancaman.
“Kebebasan termasuk kebebasan berpikir. Sayangnya, banyak informasi saat ini yang masuk tanpa verifikasi, dan itu sering dimanfaatkan buzzer untuk menggiring opini. Generasi muda harus diedukasi agar dapat memilah mana informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” papar Dandim.
Dandim menegaskan, literasi digital menjadi bekal utama generasi muda agar tidak mudah terjebak dalam informasi menyesatkan.
Dengan kemampuan itu, mereka dapat mengisi kemerdekaan secara lebih bermakna.
“Jangan sampai kebebasan justru merusak dan menimbulkan konflik. Generasi muda harus cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam mengisi kemerdekaan,” tandasnya.