DepokSpotLight – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Kota Depok menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA).
Dukungan tersebut diwujudkan melalui komitmen pemberitaan yang beretika, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.
Komitmen itu disampaikan dalam forum diskusi antara IJTI Depok dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok yang digelar pada Rabu (17/12/2025).
Ketua IJTI Depok, Rizky Tri Ruspanji, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik sekaligus menjadi garda terdepan dalam perlindungan anak melalui karya jurnalistik yang profesional.
“Karena peran dari media ini bukan hanya kontrol sosial, tapi juga memiliki tanggung jawab edukasi,” tuturnya saat berdiskusi dengan DP3APKB, Rabu (17/12/2025).
Menurut Rizky, jurnalis wajib menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, terutama ketika melakukan peliputan yang berkaitan dengan anak.
Perlindungan terhadap identitas anak harus menjadi perhatian utama.
“Jurnalis diwajibkan melindungi identitas anak (korban, pelaku, saksi), tidak mengungkap data diri, berempati, menggunakan narasi positif, menghindari deskripsi sadistis/seksual,” paparnya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Nessi Annisa Handari, menyambut baik dukungan yang diberikan oleh IJTI Depok.
Nessi menilai sinergi antara media dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menghadirkan pemberitaan yang ramah anak.
Dia berharap, kerja sama tersebut dapat terus berkelanjutan guna memperkuat langkah Pemerintah Kota Depok dalam mewujudkan Kota Layak Anak secara berkesinambungan.
“Makanya, masukan dari teman-teman, bantuan dari teman-teman, untuk mewujudkam Depok kota layak anak ini sangat saya harapkan,” terangnya.
Nessi menegaskan bahwa mewujudkan Kota Layak Anak membutuhkan peran banyak pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan media.
“Bagaimana peran media juga luar biasa menyampaikan tentang berbagai macam upaya Pemerintah Kota Depok dalam melakukan upaya perlindungan terhadap anak,” jelasnya.
Di sisi lain, Nessi mengakui bahwa upaya menuju Kota Layak Anak bukanlah hal yang mudah karena terdapat banyak variabel yang harus dipenuhi secara terencana dan berkelanjutan.
Kota Layak Anak merupakan konsep kota yang mengedepankan pemenuhan hak anak melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Jadi bukan kerja pemkot saja, tapi disiplinnya memang sinergi semua,” tukasnya.




















