DepokSpotLight – Inovasi pengelolaan lingkungan berbasis warga terus dilakukan Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.
Hal itu dibuktikan melalui program Kumpulin Mijel atau minyak jelantah yang berhasil mengubah limbah rumah tangga menjadi sumber manfaat ekonomi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Program ini menjadi solusi atas persoalan minyak goreng bekas yang selama ini kerap dibuang sembarangan ke saluran air dan berpotensi mencemari lingkungan serta memicu banjir lokal.
Dilansir dari video pada unggahan akun Instagram @pkk_kelbedahan, program Kumpulin Mijel menyediakan wadah resmi bagi warga untuk menyetorkan minyak goreng bekas pakai yang telah berwarna gelap.
Limbah minyak jelantah yang dibuang ke saluran air diketahui dapat merusak ekosistem perairan karena menghambat masuknya oksigen, mencemari ribuan liter air tanah, serta menyumbat pipa saluran air rumah tangga.
Kondisi tersebut kerap menjadi pemicu banjir lokal di lingkungan permukiman padat.
Program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan limbah non-B3 berbasis partisipasi masyarakat dan edukasi lingkungan berkelanjutan.
Selain itu, antusiasme warga Kelurahan Bedahan terlihat sejak kegiatan dibuka pukul 09.00 WIB.
Warga tampak mengantre dengan membawa jerigen berisi minyak jelantah hasil pemakaian rumah tangga.
Tak hanya sebagai upaya menjaga lingkungan, partisipasi warga juga didorong oleh manfaat ekonomi langsung yang ditawarkan dalam program tersebut.
Program Kumpulin Mijel menerapkan prinsip ekonomi sirkular yang sederhana namun efektif.
Setiap tiga liter minyak jelantah dapat ditukarkan dengan satu liter minyak goreng kemasan baru.
“Tiga liter minyak jelantah dapat ditukar dengan satu liter minyak bersih,” ungkap salah satu kader Kelurahan Bedahan dalam video tersebut dikutip Jumat (6/2/2026).
Skema ini dinilai sangat membantu meringankan kebutuhan dapur warga sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga.
Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Bedahan mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut.
“Alhamdulillah, tadi bawa minyak bekas dari rumah, sekarang bisa pulang bawa minyak goreng baru. Lumayan banget untuk kebutuhan dapur,” ujarnya.
Selain penukaran minyak, pihak kelurahan juga memberikan apresiasi berupa kompetisi antarwilayah.
Lingkungan RT atau RW yang paling konsisten dan terbanyak mengumpulkan minyak jelantah akan mendapatkan reward sebesar Rp2.000.000.
Langkah ini diharapkan mampu memacu semangat gotong royong warga dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Program Kumpulin Mijel menjadi contoh nyata bahwa langkah kecil dari dapur rumah tangga dapat membawa perubahan besar bagi lingkungan jika dilakukan bersama-sama.
Melalui sinergi antara pemerintah kelurahan, kader PKK, dan kesadaran masyarakat, limbah yang sebelumnya mencemari saluran air kini bertransformasi menjadi berkah bernilai ekonomi.
Bagi warga Kelurahan Bedahan, program ini rutin dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 09.00 hingga 11.00 WIB di Kantor Kelurahan Bedahan. (IYD)




















