DepokSpotLight – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, aktivitas pemakaman Islam di kawasan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, ramai dikunjungi peziarah.
Sejak pagi hari, warga berdatangan ke pemakaman umum untuk mendoakan keluarga yang telah lebih dahulu berpulang.
Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan kembali menguat di tengah masyarakat Muslim.
Di area pemakaman, peziarah tampak membawa bunga tabur dan air, lalu duduk bersimpuh di samping pusara untuk memanjatkan doa.
Bagi sebagian warga, ziarah kubur bukan sekadar kebiasaan turun-temurun.
Momentum ini dimaknai sebagai persiapan rohani sebelum memasuki bulan penuh ampunan dan ibadah.
Di antara deretan nisan, suasana hening terasa ketika para peziarah larut dalam doa dan kenangan.
Aktivitas tersebut juga menjadi sarana introspeksi diri, mengingatkan manusia pada hakikat kehidupan dan kematian.
“Ziarah juga menjadi cara kami melakukan refleksi diri. Mengingat kematian membuat kami lebih rendah hati dan lebih siap secara batin untuk mengejar ampunan di bulan Ramadan,” ujar Akmal, salah satu penziarah, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, mengunjungi makam keluarga menjelang Ramadan menghadirkan ketenangan batin sekaligus pengingat agar menjalani ibadah dengan lebih sungguh-sungguh.
Fenomena meningkatnya ziarah kubur ini terlihat dalam beberapa hari terakhir.
Warga datang silih berganti, baik secara individu maupun bersama keluarga.
Tradisi ini tetap bertahan meski kehidupan perkotaan semakin dinamis.
Di tengah kesibukan masyarakat Depok, ziarah kubur menjadi ruang hening yang memberi kesempatan untuk merenung dan memperbaiki diri.
Bagi para peziarah, kunjungan ke makam bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin menuju Ramadan yang penuh keberkahan.
Momentum ini diyakini sebagai langkah awal menata hati sebelum menjalani ibadah puasa dan rangkaian amalan lainnya di bulan suci. (IYD)




















