DepokSpotLight – Kebutuhan darah untuk layanan kesehatan terus menunjukkan tren peningkatan, seiring tingginya aktivitas medis di rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Kondisi ini mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok kembali menyerukan pentingnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah, khususnya untuk menjaga ketersediaan stok darah secara berkelanjutan.
Seruan tersebut disampaikan menyusul adanya perhatian khusus terhadap ketersediaan darah golongan AB yang relatif lebih cepat menipis dibanding golongan darah lainnya.
Meski secara umum stok darah di markas PMI Kota Depok masih tergolong aman, golongan darah tertentu membutuhkan dukungan lebih dari masyarakat.
Ketua PMI Kota Depok, Dudi Mi’raz, mengatakan permintaan darah dari rumah sakit terus meningkat, tidak hanya dari wilayah Depok, tetapi juga dari daerah sekitar.
“Kami mengimbau warga untuk mendonorkan darah, khususnya golongan AB yang sering menipis karena banyaknya permintaan dari rumah sakit,” tuturnya dikutip Jumat (6/2/2026).
Dudi menjelaskan, kebutuhan darah yang dilayani PMI Kota Depok kerap datang dari luar daerah, seperti Jakarta dan Bogor.
Hal ini terjadi karena golongan darah AB tergolong langka sehingga ketersediaannya terbatas.
“Atas dasar kemanusiaan, setiap permintaan darah berusaha kami layani. Karena itu, ketersediaan stok darah menjadi hal yang sangat penting,” lanjut Dudi.
Berdasarkan data PMI Kota Depok per Januari 2026, total stok darah yang tersedia mencapai 537 labu.
Rinciannya, golongan darah A sebanyak 99 labu, golongan B 181 labu, golongan O 200 labu, dan golongan AB hanya 57 labu.
Jumlah tersebut, kata Dudi, cenderung terus berkurang seiring meningkatnya kebutuhan transfusi darah di fasilitas layanan kesehatan, baik untuk tindakan medis terencana maupun kondisi darurat yang tidak dapat diprediksi.
Untuk menjaga stabilitas stok darah, PMI Kota Depok membuka layanan donor darah setiap hari di Markas PMI Kota Depok, Jalan Boulevard Raya, Grand Depok City (GDC). Layanan pendonoran dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.30 WIB.
Dudi pun mengajak masyarakat agar tidak menunggu situasi darurat untuk mendonorkan darah, melainkan menjadikannya sebagai bagian dari kepedulian sosial.
“Kami berharap masyarakat bersedia datang secara sukarela untuk mendonorkan darahnya. Setetes darah sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” pungkasnya. (IYD)




















