DepokSpotLight – Suasana kerukunan antarumat beragama di Kota Depok kembali mendapat sorotan positif. Renovasi Gereja HKBP Depok I menjadi salah satu contoh yang dinilai menunjukkan kuatnya iklim toleransi dan dukungan pemerintah terhadap kebebasan beribadah di kota tersebut.
Penilaian tersebut disampaikan Ketua Pembangunan Gereja HKBP Depok I, Helbert Manalu, saat ditemui usai kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gereja, Jumat (5/6/2026).
Menurut Helbert, kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri telah memberikan ruang yang baik bagi terciptanya hubungan harmonis antarumat beragama di Kota Depok.
Salah satu bentuk nyata yang dirasakan jemaat HKBP Depok I adalah kelancaran proses perizinan renovasi total bangunan gereja yang saat ini mulai dibangun kembali.
“Saya kira sangat jauh perubahannya. Saat pengurusan izin juga semuanya lancar sepanjang memenuhi semua persyaratan,” katanya.
Helbert menjelaskan, proses perizinan yang dimulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga Pemerintah Kota Depok dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
“Kurang lebih satu bulan kita selesai mulai dari RT, RW, kelurahan, kecamatan sampai ke wali kota,” tuturnya.
Ia menegaskan, tidak ada perlakuan khusus yang diberikan selama proses pengajuan izin berlangsung.
Menurutnya, seluruh tahapan berjalan sesuai aturan yang berlaku selama seluruh persyaratan administrasi dipenuhi oleh pihak gereja.
“Tidak, justru sangat mudah sekali sepanjang sudah memenuhi semua persyaratan,” tegasnya.
Helbert menjelaskan, pembangunan tahap pertama gereja ditargetkan berlangsung selama sekitar 10 bulan.
Bangunan tersebut akan dibangun secara bertahap dengan fungsi yang berbeda pada setiap lantainya.
Lantai pertama akan dimanfaatkan sebagai area parkir kendaraan jemaat, sementara lantai kedua digunakan sebagai ruang perkantoran dan fasilitas penunjang kegiatan gereja.
Adapun lantai ketiga nantinya akan difungsikan sebagai ruang ibadah utama bagi jemaat HKBP Depok I.
Selama proses pembangunan berlangsung, aktivitas ibadah tetap berjalan dengan memanfaatkan ruang serbaguna dan bangunan sementara yang masih berada di dalam kompleks gereja.
Apresiasi terhadap iklim toleransi di Kota Depok juga disampaikan Praeses Distrik 28 Deboskab, Pdt Ridoi Batubara.
Ia menilai suasana kehidupan antarumat beragama di Kota Depok saat ini semakin harmonis dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat.
“Kami bangga punya wali kota dan jajaran yang terus mendukung warganya,” ujarnya.
Menurut Ridoi, semangat toleransi yang terbangun menjadi energi positif bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus hidup berdampingan dalam keberagaman.
“Toleransi luar biasa di bawah pimpinan Bapak Wali Kota dan itu menjadi spirit bagi kami untuk saling mendukung,” katanya.
Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan demi menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat Kota Depok.
Menanggapi apresiasi tersebut, Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan komitmennya untuk terus merawat kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama demi menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan mendukung pembangunan kota.
“Semangat untuk terus menjalin kebersamaan. Semangat terus untuk memberikan kepedulian. Semangat terus untuk mewujudkan generasi-generasi hebat masa depan yang terus mendukung toleransi, yang terus mencintai bangsanya, yang terus mencintai agamanya, dan terus mencintai sesama,” tuturnya.
Supian berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk umat beragama, dapat terus berkontribusi dalam menjaga kondusivitas dan kemajuan Kota Depok.
“Mudah-mudahan hadirnya bapak dan ibu, kontribusi bapak dan ibu seluruh jamaat ini juga menjadi bagian dari kontribusi buat kebaikan Kota Depok,” pungkasnya.






















