• Latest
  • Trending
  • All
  • Pemerintahan
Perempuan dan AI Masih Berjarak, Peneliti Gender Ungkap Penyebabnya

Perempuan dan AI Masih Berjarak, Peneliti Gender Ungkap Penyebabnya

23 Mei 2026
Gaji Karyawan Hotel Bumi Wiyata Belum Dibayar, Disnaker Depok Fasilitasi Mediasi

Gaji Karyawan Hotel Bumi Wiyata Belum Dibayar, Disnaker Depok Fasilitasi Mediasi

14 Juli 2026
Karyawan Hotel Bumi Wiyata Depok Protes, Tuntut Gaji yang Belum Dibayarkan

Karyawan Hotel Bumi Wiyata Depok Protes, Tuntut Gaji yang Belum Dibayarkan

14 Juli 2026

Is There A Gambling Casino In Uk

11 Juli 2026

Free Spins 10 Deposit

11 Juli 2026

Sunny Casino No Deposit Bonus Codes For Free Spins 2026

11 Juli 2026

Best Online Casino Roulette

11 Juli 2026

Free Play Cash Prizes Bingo United Kingdom

11 Juli 2026

Blackjack Card Rules United Kingdom

11 Juli 2026

Android United Kingdom Mobile Slots

11 Juli 2026

Gambling Casinos Uk

11 Juli 2026

New Online Casinos United Kingdom 2026

11 Juli 2026

Uk Gambling Licence Fee

11 Juli 2026
Rabu, Juli 15, 2026
  • Login
depokspotlight.com
  • Beranda
  • News
    • EkBis
    • Politik
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Lifestyle
    • Wisata
    • Kuliner
  • Olahraga
No Result
View All Result
depokspotlight.com
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Perempuan dan AI Masih Berjarak, Peneliti Gender Ungkap Penyebabnya

by Redaksi
23 Mei 2026
in Lifestyle
0
Perempuan dan AI Masih Berjarak, Peneliti Gender Ungkap Penyebabnya
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DepokSpotLight – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai masih belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan perempuan karena sistem teknologi yang berkembang saat ini dianggap lebih banyak dibangun dari perspektif maskulin.

Peneliti gender sekaligus Dosen Fikom Universitas Pancasila, Fitria Angeliqa, menilai pola kerja dan arsitektur AI saat ini masih merepresentasikan cara berpikir laki-laki sehingga kebutuhan komunikasi perempuan belum terakomodasi secara optimal.

Menurutnya, perempuan kerap harus menjelaskan kebutuhan mereka berulang kali agar sistem AI dapat memahami konteks yang diinginkan.

Kondisi tersebut terjadi karena data input atau prompting yang berkembang dalam sistem AI masih didominasi pola pikir patriarkis yang cenderung mengedepankan kebutuhan estetika semata.

“Kerja sama riset antara Universitas Pancasila dan Female Academy menunjukkan bahwa mayoritas perempuan masih menggunakan AI untuk hal-hal yang bersifat konsumtif dan menimbulkan perilaku keranjingan yang tidak perlu, bukan untuk mendukung produktivitas atau pemberdayaan mereka,” ungkap Fitria Angeliqa kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

Ia menjelaskan, sistem AI yang bekerja secara generatif akan terus merekam serta mengulang pola output berdasarkan data dominan yang diterima.

Akibatnya, penggunaan AI oleh perempuan masih banyak berkaitan dengan kebutuhan estetika seperti edit foto dan video, pencarian informasi kesehatan keluarga, hingga penyelesaian tugas administratif sehari-hari.

Sementara itu, pemanfaatan AI untuk kebutuhan yang lebih produktif seperti membaca literatur ilmiah, riset mendalam, hingga analisis pasar secara mandiri dinilai masih minim dilakukan.

Dalam konteks kesehatan, Fitria menyebut perempuan menjadi pengguna utama platform AI untuk mencari informasi gejala penyakit maupun kebutuhan keluarga.

Namun menurutnya, kondisi tersebut justru memperkuat beban ganda perempuan karena mereka tetap diposisikan sebagai penanggung jawab utama kesehatan keluarga.

“Mengingat beban kerja perempuan yang kompleks, perempuan seharusnya menjadi target utama AI untuk meringkas dan mempermudah pekerjaan mereka dalam satu sistem yang ramah pengguna,” terangnya.

Ia menilai AI seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran gender, memperkuat kesehatan diri, hingga membantu meringankan berbagai beban sosial yang selama ini dihadapi perempuan.

Fitria juga mendorong perempuan mulai menggunakan AI untuk mempelajari hal-hal baru seperti membaca literatur, memahami isu gender, serta mengenali berbagai bentuk ketidakadilan sosial.

Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar perempuan mampu menolak normalisasi kekerasan seperti kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan seksual.

Selain itu, perempuan dinilai perlu memanfaatkan AI untuk meningkatkan kemandirian ekonomi tanpa ketergantungan penuh kepada pihak lain.

“Misalnya mampu dalam analisis pasar dan melakukan promosi sendiri tanpa melibatkan pihak ketiga,” ucapnya.

Fitria turut mendorong industri teknologi agar mulai mengubah desain dan ritme pengembangan AI supaya tidak hanya berorientasi teknis, tetapi juga mampu memberdayakan perempuan dan anak-anak.

Tags: ai bias genderai untuk perempuanfitria angeliqaperempuan dan aiteknologi patriarki
Share196Tweet123Share49
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sempat Diguyur Hujan, Pawai Obor Sambut Ramadan di Tanah Baru Depok Tetap Meriah

Sempat Diguyur Hujan, Pawai Obor Sambut Ramadan di Tanah Baru Depok Tetap Meriah

16 Februari 2026
Pemuda di Tanah Baru Depok Bangunkan Sahur dengan Alat Musik Tradisional

Pemuda di Tanah Baru Depok Bangunkan Sahur dengan Alat Musik Tradisional

22 Februari 2026
IRADI Gaungkan Syiar Ramadan Lewat Parade Qosidah di Masjid Darul Istiqomah

IRADI Gaungkan Syiar Ramadan Lewat Parade Qosidah di Masjid Darul Istiqomah

21 Februari 2026

Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

0

Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

0

New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

0
Gaji Karyawan Hotel Bumi Wiyata Belum Dibayar, Disnaker Depok Fasilitasi Mediasi

Gaji Karyawan Hotel Bumi Wiyata Belum Dibayar, Disnaker Depok Fasilitasi Mediasi

14 Juli 2026
Karyawan Hotel Bumi Wiyata Depok Protes, Tuntut Gaji yang Belum Dibayarkan

Karyawan Hotel Bumi Wiyata Depok Protes, Tuntut Gaji yang Belum Dibayarkan

14 Juli 2026

Is There A Gambling Casino In Uk

11 Juli 2026
Facebook Twitter Google+ Pinterest VK RSS

Copyright © 2025 Depok Spotlight.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • EkBis
    • Politik
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Lifestyle
    • Wisata
    • Kuliner
  • Olahraga

Copyright © 2025 Depok Spotlight.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In