DepokSpotLight – Menjelang penayangannya di bioskop, film Suamiku Lukaku memilih cara berbeda untuk mendekatkan diri dengan publik, yakni lewat kampanye kesehatan mental dan relasi sehat melalui kegiatan fun run hingga Car Free Day (CFD) di sejumlah kota.
Kampanye bertajuk “For Mental Health and Healthy Living” tersebut digelar untuk membuka ruang diskusi mengenai luka emosional, hubungan tidak sehat, hingga pentingnya kesadaran sebelum membangun komitmen pernikahan.
Kegiatan utama berlangsung di Jakarta pada Minggu (24/5/2026) dengan titik kumpul di kawasan MRT Setiabudi depan Chase Plaza menuju Bundaran HI.
Aktivasi publik tersebut turut menghadirkan para pemain film, yakni Acha Septriasa dan Gusti Pratama yang ikut mengajak masyarakat lebih terbuka membicarakan isu mental health dan hubungan yang sehat.
Selain di Jakarta, rangkaian CFD Suamiku Lukaku juga digelar di sejumlah kota lain seperti Depok, Banjarmasin, Medan, dan Palembang.
Melalui kampanye tersebut, Suamiku Lukaku ingin menghadirkan ruang refleksi mengenai luka emosional dalam hubungan yang sering tumbuh perlahan namun kerap dianggap normal.
Film ini mengangkat berbagai isu yang dekat dengan keresahan generasi muda, mulai dari fear of marriage, trauma masa kecil, toxic relationship, love bombing, gaslighting, attachment issue, hingga tekanan sosial untuk menikah.
Pesan utama yang dibawa dalam kampanye ini adalah membangun kesadaran sebelum seseorang memutuskan menjalin hubungan serius maupun pernikahan.
“Film ini bukan bikin takut menikah, tapi bikin orang lebih sadar sebelum menikah,” menjadi pesan utama yang diangkat dalam kampanye publik tersebut.
Dengan pendekatan yang dekat dengan Gen Z, Suamiku Lukaku diposisikan bukan hanya sebagai film drama rumah tangga.
Namun juga karya yang mengajak penonton memahami batas antara cinta, kontrol, luka emosional, dan keberanian untuk tidak menormalisasi hubungan yang menyakitkan.
Film Suamiku Lukaku dijadwalkan tayang mulai 27 Mei 2026 di seluruh bioskop Indonesia.






















