DepokSpotLight – Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Depok dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Salah satu bentuk kerja sama tersebut diwujudkan melalui program pelatihan dan magang bagi pelajar di sejumlah hotel serta restoran di Kota Depok.
Menurut Supian, program tersebut menjadi kesempatan berharga bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, khususnya di sektor perhotelan dan kuliner.
“Kami membangun kolaborasi agar putra-putri terbaik Kota Depok memiliki kesempatan mengikuti pelatihan dan magang sebagai bekal untuk bekerja di hotel maupun restoran yang ada di Kota Depok,” tutur Supian, Selasa (30/6/2026).
Sebanyak 100 peserta terpilih mengikuti program tersebut setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat.
Dari lebih dari 600 pendaftar, hanya 100 orang yang dinyatakan lolos.
Supian menegaskan, Pemkot Depok tidak ikut campur dalam proses penentuan peserta.
Seluruh tahapan seleksi diserahkan sepenuhnya kepada PHRI Kota Depok.
“Dari lebih 600 pendaftar, yang lolos sebanyak 100 orang. Pemerintah Kota tidak melakukan intervensi apa pun. Proses seleksi sepenuhnya dilakukan oleh PHRI berdasarkan potensi dan kemampuan para peserta,” beber Supian.
Ia berharap program ini tidak hanya menjadi wadah belajar, tetapi juga membuka peluang kerja bagi peserta setelah menyelesaikan masa pelatihan dan magang.
“Sangat terbuka peluang bagi mereka untuk bergabung di industri perhotelan maupun restoran. PHRI juga menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang tersebut masih sangat tinggi. Mudah-mudahan program ini bisa menjawab kebutuhan dunia usaha sekaligus memberikan kesempatan bagi warga Depok untuk meningkatkan kemampuan dan memperoleh pekerjaan,” ungkap Supian.
Sementara itu, Ketua PHRI Kota Depok, Jane Nadeak, menyambut baik kerja sama tersebut.
Menurutnya, sektor perhotelan dan restoran memang membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten untuk menunjang perkembangan industri pariwisata di Kota Depok.
“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini karena industri perhotelan dan restoran masih sangat bergantung pada tenaga manusia yang belum bisa sepenuhnya digantikan oleh teknologi ataupun robot,” kata Jane.
Jane yang juga menjabat sebagai General Manager RM Godong Ijo menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja di sektor pariwisata sangat dinamis dan bergantung pada tingkat kunjungan.
“Saat tingkat kunjungan tinggi, kebutuhan tenaga kerja bisa meningkat drastis. Sebaliknya, ketika kondisi sedang sepi, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan ikut menurun. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha,” jelas Jane.
Menurutnya, apabila seluruh kebutuhan tenaga kerja dipenuhi melalui karyawan tetap, biaya operasional perusahaan akan meningkat dan dapat memengaruhi keberlangsungan usaha.
“Itulah sebabnya banyak hotel maupun restoran kesulitan bertahan. Kebutuhan SDM di sektor ini sangat sulit diprediksi, sehingga program pelatihan dan magang seperti ini menjadi solusi yang saling menguntungkan bagi dunia usaha maupun calon tenaga kerja,” tutup Jane.











